sejarahnya internet

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Saturday, 27 October 2012

Computer Supported Cooperative Work

Posted on 20:35 by Unknown

Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka. [1]. Pada kesempatan yang sama pada tahun 1987, Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep collaborative learning-work. Menurut [2], CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware, namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul baik secara psikologi maupun sosial. Definisi yang diajukan [3] mempertegas perbedaan di antara dua konsep ini :
“
CSCW adalah sebuah istilah generik, yang menggabungkan pengertian bagaimana orang bekerja dalam sebuah kelompok dengan teknologi pendukung berupajaringan komputer, Perangkat keras, Perangkat lunak terkait, layanan, dan teknik.


CSCW memiliki tujuan yaitu :
  • Mempelajari bagaimanaorangbekerja sama sebagaikelompok dan apa yang mempengaruhiteknologi
  • Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan

Beberapa fenomena yang mempengaruhi penggunaan computer-mediated
communication:
1. Personal space
¾ Dalam komunikasi face-to-face, setiap orang cenderung
mempertahankan jarak tertentu dengan lawan bicaranya.
¾ Konsep personal space berbeda untuk setiap negara/budaya.
¾ Masalah personal space dapat timbul apabila percakapan dilakukan
melalui video links.
2. Kontak dan tatapan mata
¾ Dalam berkomunikasi, kontak mata memberikan beberapa petunjuk, a.l.
perasaan tertarik/bosan, otoritas/power, kehadiran sosial, dll.
¾ Video-tunnel memungkinkan kontak mata bahkan seluruh ekspresi
wajah.
3. Gerak isyarat dan bahasa tubuh
¾ Dalam berkomunikasi, kita menggunakan tangan (gerak isyarat) untuk
menunjuk sesuatu.
¾ Beberapa groupware system mencoba mengatasi hal tersebut dengan
menggunakan group pointer.
¾ Banyak computer-supported meeting room menempatkan monitor pada
meja sehingga para peserta dapat saling melihat dengan jelas.
4. Back channel
¾ Response dari pendengar berupa gerakan tubuh disebut back channel.
Dengan adanya back channel, pembicara merasa bahwa pendengar
cukup memahami pembicaraan.
¾ Beberapa masalah berkaitan dengan back channel yang mungkin timbul
dalam komunikasi video, a.l.:
ƒ Komunikasi video cenderung banyak menyoroti kepala dan bahu,
sehingga kehilangan beberapa gerak tubuh dan isyarat.
ƒ Layar yang besar cenderung mengurangi detail sehingga mungkin
kehilangan beberapa informasi.
¾ Audio links (mis. telepon) hanya memiliki verbal back channel.
¾ Komunikasi berbasis teks biasanya tidak memiliki back channel.
5. Turn-taking
¾ Turn-taking adalah proses dimana peran dari pembicara dan pendengar
ditukar.
¾ Dalam proses turn-taking, back channel biasanya merupakan bagian yang
penting.
¾ Terjadinya proses turn-taking, a.l. karena:
ƒ Pembicara menawarkan kesempatan kepada pendengar secara
eksplisit, mis. mengajukan pertanyaan.
ƒ Pembicara memberikan gap singkat dalam pembicaraan.
¾ Bentuk pemberian gap dari pembicara terutama berhubungan dengan audio
channel.
¾ Masalah yang cukup serius dalam kaitan dengan pemberian gap timbul
dalam komunikasi jarak jauh (komunikasi berbasis satelit) karena
kelambatan waktu. Akan terjadi gap sekitar 4 detik.
Percakapan
Tiga fungsi teori percakapan dalam CSCW:
1. digunakan untuk menganalisa catatan (transkrip), mis. konferensi elektronik.
Ini akan membantu memahami seberapa baik partisipan menyalin dengan
komunikasi elektronik.
2. digunakan sebagai petunjuk untuk keputusan desain. Pemahaman
percakapan normal antar manusia menghindari kesalahan besar dalam
perancangan media elektronik.
3. dapat digunakan untuk mengarahkan desain, menstrukturkan sistem dengan
teori.



 http://id.wikipedia.org/wiki/Computer_supported_cooperative_work
http://rezamuftia.blogspot.com/2010/05/cscw-computer-supported-cooperative.html
http://hersa.dosen.narotama.ac.id/files/2011/10/M11-Teori-dan-Faktor-CSCW.pdf

Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Posted in | No comments
Newer Post Older Post Home

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts

Blog Archive

  • ▼  2012 (15)
    • ►  November (1)
    • ▼  October (6)
      • Computer Supported Cooperative Work
      • komunitas online
      • kelompok kerja virtual
      • Polarisasi Kelompok
      • internet addiction
      • pendekatan psikologis
    • ►  September (8)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile